Senin, 25 Maret 2013

Tips Perawatan serta Penggunaan transmisi automatic



Transmisi mobil matic berbeda dengan transmisi manual. Yang manual akan terasa ribet jika berjalan di jalanan macet. Sebentar-sebentar harus mengganti tuas kopling, rem, gas dan seterusnya. 
Capek kan :).

Namun semua masalah itu tidak serta-merta mendorong orang untuk cepat-cepat mengganti mobilnya menjadi mobil matic. Apalagi masih ada sebagian orang yang memandang mobil matic kurang menantang, karena dianggap seperti mobil mainan semacam bom-bom car. Sebagian lagi merasa ngeri dengan mahalnya ongkos perawatan apabila transmisi otomatisnya rusak.

Dan yang lebih menakutkan lagi, jika mobil matic rusak didaerah kampung atau pinggiran, karena tidak semua bengkel mampu memperbaikinya. Walaupun demikian, keberadaan mobil matic mulai diperhitungkan seiring makin padatnya jalur lalu lintas di perkotaan.

Karena itulah, jika kita memang dihadapkan pada keputusan untuk menggunakan matic, maka kita harus benar-benar menyelami dan memahami benar mobil matic tersebut, agar tidak ada masalah yang berat di kemudian hari.

Sebelum memutuskan untuk memilih mobil matic, ada tugas pertama yang harus anda ketahui, yaitu mengenali dulu cara kerja transmisi matic. Berbeda dengan mobil manual yang tuas koplingnya tersusun dengan urutan angka kecepatan 1, 2, 3, 4, 5, dan R (untuk mundur). Sementara untuk mobil matic, tuas persneling atau kopling tersusun berdasarkanformat P (parking), N (neutral), R (reverse), D (drive), D-2 (second) dan 1/L (low).

Posisi P berarti mobil kita dalam keadaan untuk berhenti dalam jangka lama atau parkir. Posisi N menempatkan mobil dalam kondisi tuas kopling netral, yang biasanya digunakan saat menunggu di dekat lampu lalu lintas atau kemacetan.

Kemudian R digunakan saat mobil akan dimundurkan. Posisi D digunakan saat di jalanan datar dan rata. Untuk jalanan sedikit menanjak, posisi tuas dipindahkan ke D2. Dan apabiila medan jalan lebih curam, maka posisi tuas lebih baik pada 1/L.

Ada pilihan lain, yaitu D3 yang biasanya digunakan untuk maju dengan posisi kecepatan gear 3. Kemudian 0/D (over drive), yaitu posisi tuas yang memberikan perintah untuk pindah kecepatan atau gear bila perputaran mesil lebih tinggi dari kondisi sebelumnya.

Cara Merawat Transmisi Matic Setelah memahami format tuas mobil matic, tugas berikutnya adalah merawat transmisi matic tersebut agar tetap lancar saat digunakan.

Sama seperti mobil manual, mobil matic perlu perawatan juga atau diservis secara berkala. Penggantian oli transmisi secara kontinue setiap 25.000 hingga 50.000 kilometer harus dilakukan, tergantung jenis oli yang digunakan.

Selain itu, posisi tuas persneling sebaiknya digunakan sesuai kondisi jalan. Misalnya, saat berhenti lama, bisa dipakai posisi P dan jalan menanjak posisi L, agar putaran gear tidak seperti dipaksa. Demikian pula saat melaju lambat, posisinya D atau D2. Dan saat memulai laju kendaraan, disarankan jangan menginjak pedal gas terlalu kuat dan mobil terhenyak, karena gearakan berjalan tidak normal.

Kemudian saat mengemudi, sebaiknya jangan terlalu sering memindahkan tuas persneling agar valve tidak cepat aus atau rusak. Tugas terakhir yang patut diwaspadai adalah memeriksa secara dini setiap kebocoran atau kerusakan gasket bagian transmisi. Karena jika kebocoran ini didiamkan maka kerja transmisi bisa terpengaruh dan cepat aus.

Bila mobil melalui jalanan banjir, sebaiknya oli transmisi dikuran dan diganti baru untuk menghindari kemungkinan tercampurnya oli dengan air. Karena air yang masuk ke transmisi dapat merusak gearbox dan bisa menyebabkan gear macet.

Itulah beberapa tips yang bisa kita praktekkan di dalam merawat mobil bertransmisi matic, semoga bagi pengguna mobil matic akan merasakan dampak manfaatnya setelah mengikuti tips-tips diatas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar